BARRU, KAREBASULSEL – Kawasan Industri Barru yang disingkat KIBAR sering terdengar disampaikan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari dan Wakil Bupati Andi Abustan. Agenda yang sudah didengungkan sejak masa kampanye pertengahan 2024 lalu itu perlu diberi apresiasi.
Pada Jumat (21/3/2025) lalu, bertepatan dengan Tarawih Malam Ke-22 Ramadan di Masjid Besar At-Ta’awun, Kelurahan Takkalasi, Kecamatan Balusu, untuk kesekian kalinya Andi Ina menjelaskan tekadnya membangun Barru.
Baca : MoU Tim Percepatan Pensertifikatan Tanah Wakaf Diteken, Biaya Sertifikat Nol Rupiah
Dalam acara yang dihadiri berbagai elemen masyarakat, termasuk anggota DPRD Barru, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah masjid setempat, Bupati perempuan pertama di Barru itu menegaskan komitmennya untuk mewujudkan visi dan misi “Mappadeceng” yang menjadi landasan pemerintahannya bersama Wakil Bupati Puang Bustan. Mappadeceng mengandung makna semangat kebersamaan dan upaya mempercepat pembangunan di berbagai sektor, termasuk peningkatan ekonomi, pendidikan, dan kehidupan beragama.
Salah satu program unggulan yang disampaikan Bupati adalah pembangunan Kawasan Industri Barru (KIBAR) yang akan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal, terutama bagi generasi muda Barru, sehingga tidak perlu lagi mencari pekerjaan di luar daerah.
“Fokus utama kami adalah membangun Kawasan Industri Barru (KIBAR), yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Kami ingin anak-anak kita tidak perlu lagi merantau jauh untuk mencari pekerjaan,” jelas Bupati.
Dalam catatan KarebaSulsel.com, KIBAR sepertinya masuk dalam program unggulan dari Andi Ina-Abustan sehingga sudah didengungkan sejak masa-masa kampanye. Dalam sejumlah kesempatan, agenda KIBAR ini juga dipertegas. Namun harus diakui bahwa upaya mewujudkan KIBAR juga tidak mudah di tengah efisiensi anggaran pemerintah. Sumber pendanaan bisa saja berkolaborasi dengan pihak swasta yang berkepentingan dengan KIBAR atau lembaga-lembaga keuangan.
Baca : Nanas Barru Perlu Dikembangkan Hingga 1.000 Hektare
Pertanyaan lanjut, apa yang harus diisi dalam KIBAR sebagai Kawasan sehingga menarik perhatian pihak lain dalam pendanaan bersama? Barru memiliki sejumlah modal dasar, mulai dari potensi sumber daya alam, letak yang cukup strategis dan daya dukung lainnya. Agenda hilirisasi pemerintah pusat saat ini bisa saja dimulai dari potensi yang ada di Barru. Untuk itu perlu difasilitasi dengan kebijakan, pelayanan dan bila perlu memberikan insentif kepada pihak swasta sehingga mempercepat terwujudnya KIBAR.
Secara bersamaan, Pemkab Barru dalam waktu dekat ini akan membentuk Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja. Dinas baru itu nantinya akan menangani khusus masalah perindustrian.
Wakil Bupati Barru Abustan pada kegiatan Konsultasi Publik Penyusunan RPJMD Kabupaten Barru Tahun 2025-2029 dan Penyusunan RKPD Kabupaten Barru Tahun 2026 menjelaskan Dinas perindustrian nantinya menangani khusus masalah industri.
“Saya sudah perintahkan kepada Kabag Organisasi agar membentuk Dinas Perindustrian yang khusus menangani industri,” ungkapnya pekan lalu.
Menurut mantan Kadis Pendidikan ini, KIBAR wajib ada, itu sesuai dengan janji politik saya bersama dengan Andi Ina Bupati Barru. Dalam hal pengembangan KIBAR maka salah satu hal yg perlu dibenahi adalah pembentukan Dinas Perindustrian sebagai nomenklatur Perangkat Daerah dalam hal ini Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja. Mudah-mudahan tekad mengibarkan KIBAR segera terwujud. [redaksi@karebasulsel.com]
KarebaSulsel.com adalah media online di bawah bendera PT Media Mandiri Nusantara yang didirikan sejumlah generasi muda kreatif serta diperkuat dengan jurnalis profesional dan berpengalaman luas. Untuk hal-hal terkait Admin, Marketing, & Iklan bisa menghubungi +62 821 9291 0929.





