EKONOMI

Baznas Cetak 224 Muzaki Baru, Program ZMart Kabupaten Barru Terus Digiatkan

JAKARTA, KAREBASULSEL – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memberdayakan 224 orang penerima zakat (mustahik) binaan naik kelas menjadi pemberi zakat (muzaki) melalui program pemberdayaan ekonomi warung kelontong ZMart pada awal tahun 2025 ini. Adapun penghasilan yang diperoleh para mustahik binaan ZMart tersebut berkisar antara Rp5.567.000 hingga Rp25.267.700 per bulan.

“Program ZMart bukan sekadar bantuan ekonomi, tetapi upaya nyata dalam meningkatkan kapasitas usaha ritel mikro. Mustahik yang dulu menerima zakat kini menjadi muzaki yang berkontribusi kembali kepada masyarakat,” kata Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan melalui keterangan di Jakarta, akhir pekan lalu.

Program ZMart adalah program pemberdayaan ekonomi dalam bentuk pengembangan warung/toko yang dimiliki mustahik dengan skala mikro sampai kecil untuk mengatasi kemiskinan di wilayah urban. Tujuan program ini meningkatkan kapasitas warung sehingga dapat tumbuh dan berkembang di tengah pasar retail modern serta mengatasi kemiskinan.

Baca : Kakanwil Lepas 21 Da’i ke Wilayah 3T di Sulsel, Menag Bekali Ratusan Imam Masjid dan Mubaligh

Saidah menjelaskan dari 224 muzaki baru yang lahir dari program ZMart, sebanyak 178 adalah perempuan dan 46 laki-laki, yang tersebar di 23 provinsi. Dari jumlah tersebut, 170 orang telah mandiri, sementara 54 orang lainnya masih dalam pendampingan Baznas.

“Pendampingan intensif dilakukan selama 12 hingga 24 bulan oleh tim yang terdiri dari 24 pendamping ZMart. Selama periode tersebut, kami terus memantau perkembangan usaha mustahik binaan melalui dashboard monitoring laporan harian pendamping direktorat pendayagunaan,” jelasnya.

Dalam enam tahun terakhir, lanjut Saidah, jumlah muzaki baru terus bertambah. Pada 2019 tercatat 9 orang menjadi muzaki baru, meningkat 76 orang pada 2020. Pada 2021 mencapai 21 orang, disusul 50 orang pada 2022, lalu 15 orang pada 2023, dan 53 orang pada 2024.

Baca : Pemkab dan DPRD Barru Apresiasi TNI Bangun Desa dari Kodam XIV/Hasanuddin

Menurut Saidah, keberhasilan program ZMart membuktikan zakat dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif. Pihaknya berkomitmen terus memperluas program ZMart agar semakin banyak mustahik yang bisa naik kelas, sebagai bukti bahwa zakat tidak hanya tentang memberi, tetapi juga tentang memberdayakan.

Sementara itu, KarebaSulsel.com mencatat perkembangan Program ZMart di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan dalam setahun terakhir. Pada Mei 2024 lalu, Humas Baznas Barru memberitahukan digelarnya Program ZMart tahap II dengan lima penerima manfaat. Program tersebut fokus pada bantuan modal usaha kios atau warung kelontong berskala kecil.

“Jadi untuk tahap dua ini, khusus program Z Mart ada 5 orang yang berhasil lulus tahap seleksi. Kesemuanya kita beri bantuan berupa bahan jualan, jadi bukan berbentuk dana tunai,” jelas Sri Handayani kepala LPEM Baznas Barru.

Kemudian pada Agustus 2024, Program ZMart kembali digulirkan di dua wilayah, yakni di Kelurahan Mattirowalie dan Desa Pattappa Kecamatan Pujananting dengan 10 penerima manfaat. Kali ini, Baznas Barru berkolaborasi bersama Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Barru. [PR/KS-05]

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *