AJATAPPARENG

Kakanwil Lepas 21 Da’i ke Wilayah 3T di Sulsel, Menag Bekali Ratusan Imam Masjid dan Mubaligh

MAKASSAR, KAREBASULSEL – Sebanyak 21 Da’i dilepas secara resmi keberangkatannya ke tempat penugasan di sejumlah wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) di Sulawesi Selatan (Sulsel). Prosesi pelepasan dilakukan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ali Yafid, di Masjid Al Ikhlas Kanwil Kemenag Sulsel, Kamis (27/2/2025).

Dalam arahannya, Kakanwil Ali Yafid berpesan kepada para Da’i dan Da’iah agar dalam menyampaikan ceramahnya menghindari hasutan dan ujaran kebencian demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Jadilah Da’i pemersatu bangsa, berdakwalah dengan cinta dan jangan umbar kebencian,” pesannya seperti ditulis laman resmi sulsel.kemenag.go.id.

Ali Yafid pun menyemangati para Da’i untuk tidak khawatir dalam penugasan karena keberadaan mereka di tempat tugas masing-masing akan selalu dalam pendampingan. “Sebelumnya saya sudah sampaikan kepada seluruh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten / Kota agar memfasilitasi dan mendampingi para Da’i selama bertugas. Di setiap kecamatan kami punya penyuluh dan staf KUA,” kata Ali.

Kabid Penasizawa, H. Mulyadi Iskandar yang mendampingi Kakanwil dalam prosesi pelespasan ini mengatakan bahwa Da’i tersebut akan bertugas selama 30 hari di tempat tugas. Adapun keberangkatan Da’i ke daerah penugasan dibekali dengan paket pembersih masjid.

“Paket pembersih ini dititipkan oleh Ketua Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (PRIMA DMI) Sulsel untuk di salurkan ke seluruh masjid-masjid se-Sulsel,” pungkasnya.

Diinformasikan, pengiriman Da’i ke sejumlah Kabupaten / Kota di Sulsel selama bulan Ramadan 2025 ini dilaksanakan dengan menggandeng Badan Amin Zakat Nasional (Baznas) yang bertujuan memperkuat syiar Islam dan meningkatkan literasi keagamaan di daerah yang minim akses terhadap pendakwah.

Bekal
Pada Rabu (26/2/2025), Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar memberikan pembekalan kepada ratusan imam masjid dan mubaligh se-Sulawesi Selatan secara virtual. Pembekalan terselenggara atas kerja sama Bidang Pendidikan Agama Islam (Penais) Kanwil Kemenag Sulsel dengan DPW Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Sulsel, MUI Sulsel, dan PW IPARI Sulsel. “Imam adalah ahli waris spiritual Nabiullah. Imam berdiri di depan makmum, seperti Nabi di depan sahabat-sahabatnya,” ujar Nasaruddin yang juga Ketua Umum IPIM.

Menteri Agama dalam arahannya secara daring mengatakan imam masjid adalah ahli waris spiritual Nabi Muhammad SAW. Ia juga menyampaikan jika para imam masjid ataupun mubaligh agar bisa menjadi contoh dan teladan di tengah masyarakat.

“Kepada seluruh hadirin untuk memantaskan diri sebagai teladan bagi yang lain. Sapu yang kotor tidak mungkin bisa membersihkan lantai. Mari kita introspeksi diri, mari kita dakwahi diri kita sendiri terlebih dahulu. Tidak mungkin kita bisa memperbaiki orang lain tanpa memperbaiki diri kita sendiri,” katanya.

Kakanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid dalam laporannya mengatakan kegiatan bertajuk Pembekalan Imam dan Refreshing Dai ini diikuti sekira 700 peserta, baik yang hadir secara luring di aula II Kanwil Kemenag Sulsel maupun secara daring.[KS-05]

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *