AJATAPPARENG

Wakil Bupati Barru Ikuti Vicon Rencana Pembentukan Brigif dan Yonif TP Kodam XIV/Hasanuddin Gelar Vicon

BARRU, Karebasulsel.com., – Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan Andi Bintang, M.Si., menghadiri Video Conference (Vicon) dalam rangka penyusunan Dokumen Strategis Pertahanan Wilayah terkait rencana pembentukan Brigade Infanteri (Brigif) dan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di wilayah Kodam XIV/Hasanuddin.Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 5 MPP Barru, Senin 11 Mei 2026

Vicon tersebut dipimpin langsung oleh Brigjen TNI Musa David Marolop Hasibuan, S.I.P., M.A.B., selaku Kapok Sahli Pangdam XIV/Hasanuddin.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Letkol Inf Erwin Hidayat, S.I.P., (Dandim 1405/Parepare), Filzah Wajdi, S.P., M.Si., (Kepala BPN Kab Barru)  Drs. Anwar Ridwan, M.Si., ( Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda Barru), Ali Abdillah Syahrul Saharuddin, S.STP., M.Si., (Sekretaris Bappelitbangda Barru), Kapten Inf H. Samsul Rijal Akib (Pasilog Kodim 1405/Parepare), Arisantoso, S.T., M.Si., (Kepala Seksi Survei & Pemetaan), Hj.Armawati Alwi, SP., M.Si., (Kepala UPT KPH Ajatappareng), Aguspianto, S.Hut., MM., (Kepala Seksi Perencanaan ), Abd. Rahman ( PNS ,Anggota Staf Log Kodim 1405/Parepare

Dalam arahannya, Brigjen TNI Musa David Marolop Hasibuan menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendiskusikan penyusunan dokumen strategis pertahanan wilayah sebagai bagian dari rencana pembentukan Brigif dan Yonif TP di wilayah Kodam XIV/Hasanuddin.

Ia menjelaskan, Kabupaten Barru dan Kabupaten Sidrap termasuk dalam wilayah yang direncanakan menjadi lokasi pembentukan Yonif TP bersama beberapa kabupaten lainnya di Sulawesi Selatan. Program ini merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Pusat di bidang pertahanan yang tidak hanya berorientasi pada penguatan sistem pertahanan negara, tetapi juga mendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya dalam bidang ketahanan pangan dan pengembangan wilayah.

“Keberadaan Yonif TP nantinya diharapkan memberi dampak besar terhadap pembangunan daerah. Selain memperkuat pertahanan wilayah, keberadaan personel sekitar 1.000 prajurit dalam satu batalyon juga akan mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja, hingga memperkuat pembangunan sosial di daerah,” jelasnya.

Setiap batalyon direncanakan terdiri atas empat kompi dengan kekuatan sekitar 1.000 personel. Kehadiran satuan ini diproyeksikan memberi efek berganda terhadap pertumbuhan sektor perdagangan, jasa, perumahan, usaha mikro kecil, hingga sektor pendidikan dan dinamika sosial masyarakat.

Sementara itu, dalam sambutannya Wakil Bupati Barru menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Yonif TP di Kabupaten Barru.

Menurutnya, Kabupaten Barru merupakan satu-satunya kabupaten di Sulawesi Selatan yang hingga kini belum memiliki satuan batalyon, sehingga kehadiran Yonif TP akan menjadi langkah strategis dalam melengkapi kekuatan teritorial TNI di wilayah tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi apabila Batalyon Teritorial Pembangunan dapat dibangun di Kabupaten Barru. Ini menjadi kebanggaan sekaligus momentum strategis bagi daerah kami,” ujar Abustan.

Ia juga melaporkan bahwa Pemerintah Kabupaten Barru sebelumnya telah menyiapkan dan menghibahkan lahan untuk pembangunan Kodim Barru kepada Kodim 1405/Parepare sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pembangunan sarana pertahanan di daerah.

Untuk rencana pembangunan Yonif TP, Pemkab Barru telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 50 hektare yang berlokasi di Desa Anabanua, Dusun Tokkene, Kecamatan Barru.

Lokasi tersebut dinilai sangat strategis karena berada pada kawasan peralihan antara dataran rendah dan pegunungan. Selain itu, secara geografis Kabupaten Barru memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 78 kilometer serta wilayah pegunungan yang membentang hingga berbatasan dengan Kabupaten Pangkep dan Bone.

Wakil Bupati juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Barru telah menerima salinan Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 816 Tahun 2025 tentang Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan untuk pembangunan sarana dan prasarana pertahanan wilayah Kodam XIV/Hasanuddin atas nama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia di Kabupaten Barru dengan luas kawasan yang disetujui mencapai 49,65 hektare.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah klaim penguasaan lahan oleh beberapa pihak di lokasi tersebut.

“Pemerintah daerah akan segera melakukan sosialisasi, pendekatan persuasif, dan penertiban administrasi agar status lahan dapat clean and clear sehingga proses pembangunan dapat berjalan lancar,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Barru bersama DPRD untuk mendukung realisasi pembangunan Yonif TP.

“Kami bersama DPRD dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Barru sangat mendukung dan mengapresiasi rencana pembangunan Yonif TP ini. Insyaallah kami siap membantu dan bersinergi demi menyukseskan pembangunan satuan tersebut di Kabupaten Barru,” pungkasnya.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *