EKONOMI

Ikutin Aturan dan Prosedur, PT HAL Konsisten Latih SDM Atasi Limbah Tailing

JAKARTA, KAREBASULSEL – Limbah tambang (tailing) sering dianggap menjadi sumber masalah lingkungan. Untuk itu, upaya mengolah tailing menjadi produk yang bermanfaat perlu didukung. PT Honay Ajkwa Lorentz (HAL) untuk terus menyiapkan berbagai hal untuk memproduksi keramik dan semen di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Salah satunya dengan memberikan pelatihan kepada calon karyawan untuk menopang produksi PT HAL.

Oges Wenda selaku Sekretaris Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko) dan pemangku adat Panius Kogoya sekaligus wakil masyarakat dalam PT HAL menegaskan kehadiran perusahaan patut didukung untuk membantu perekonomian daerah. Apalagi, melibatkan generasi muda yang juga orang asli papua (OAP) untuk terlibat bersama PT HAL.

Baca : Gubernur Sulsel Soroti Tambang di Luwu, Amdal PT Masmindo Diduga Bermasalah

“Jadi kami hadir di Jakarta bersama tokoh agama dan tokoh adat untuk meluruskan informasi yang tidak benar bahwa PT HAL menelantarkan anak-anak kami saat mengikuti pelatihan,” tegas Panius dalam konperensi pers di Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Oges menambahkan pihaknya menduga ada oknum-oknum tertentu yang berusaha menghalangi aktivitas pelatihan. Padahal, pelatihan tersebut merupakan bekal bagi OAP agar bisa bekerja dan ikut memproduksi bersama PT HAL. “Perusahaan hadir memberi pekerjaan dan solusi atas persoalan lingkungan,” tegas Oges.

Informasi dari PT HAL menyebutkan perusahaan telah mendatangkan 68 calon tenaga kerja untuk mengikuti pelatihan di Sidoarjo, Jawa Timur lalu dilanjutkan di Jakarta. Saat di Jakarta, perusahaan memfasilitasi tempat tinggal, kemudian uang saku, dan konsumsi yang memadai. Berhubung ada yang tidak disiplin dan melakukan pelanggaran maka dipindahkan ke Mess Angkatan Udara (AU) untuk persiapan penempatan wilayah kerja.

“Dari 68 yang diberikan pelatihan, sebanyak 19 orang sudah kembali dan 15 orang lainnya masih bekerja di site masing-masing. Sisa di Jakarta sekitar 34 orang. Jadi kami sudah melakukan sesuai prosedur dan memperlakukan saudara-saudara kami sudah layaknya seorang karyawan,” ujar Direktur Utama PT HAL, Fenty Widyawati.

Dia menjelaskan berbagai persiapan dan prosedur sudah ditempuh untuk memproduksi keramik dan semen dengan memanfaatkan limbah dari PT Freeport Indonesia sepanjang Sungai Ajkwa, Kabupaten Mimika. Adapun kerja sama dengan tokoh adat dan tokoh agama saat ini karena pihaknya benar-benar ingin membangun kemitraan bersama masyarakat, khususnya OAP.

“Saya pakai Bahasa Ibu kepada anak-anak bahwa perusahaan konsisten membangun Papua. Pelatihan ini menjadi bagian untuk mengoptimalkan tenaga kerja lokal. Kami ikuti semua aturan dan prosedur,” ujar Fenty.

Seperti diketahui, PT HAL dikabarkan menelantarkan para pencari kerja OAP. Kabar tersebut disebarkan kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Mimika (IPMAMI). Berbagai pemberitaan miring itu dibantah tokoh adat dan tokoh agama karena melihat komitmen PT HAL yang serius membangun Mimika. [PR/KS].

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *