MAKASSAR, Karebasulsel.com., – Kebutuhan BBM bagi sekitar 4.800 nelayan di Kabupaten Barru menjadi perhatian Komisi II DPRD Barru dalam kunjungan kerja ke PT Sulsel Andalan Energi (SAE). Komisi II berharap perusahaan dapat mengambil peran dalam penyediaan bahan bakar melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Pertemuan ini di gedung Perseroda SULSEL,
Kamis (8/10/2026).
Ketua Komisi II Syamsul Rijal, S.Pd., menyampaikan bahwa kehadiran SPBN diharapkan memberikan manfaat langsung bagi nelayan, terutama memangkas waktu antre di SPBU dan membantu meningkatkan pendapatan.
Menurutnya, akses BBM dengan harga normal diharapkan dapat menekan biaya operasional melaut. Waktu yang selama ini digunakan untuk mengantre juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif.
Wakil Ketua Komisi II Herman Jaya berharap PT SAE dapat berinvestasi di Barru untuk mengatasi kelangkaan BBM nelayan. Harapan tersebut disampaikan sebagai bagian dari tindak lanjut proyek Kampung Nelayan Merah Putih.
Rombongan diterima Direktur Keuangan Syahrul dan Direktur Operasional Irmansyah. Selain Ketua dan Wakil Ketua Komisi II, hadir Syahrul Ramdani, S.T., Hj. Sri Wulandari, Susanti, Alifandi Aska, dan Andi Mirza Riogi, didampingi Andis dari Dinas Perikanan Kabupaten Barru serta Rahman selaku Staf Ahli Pimpinan DPRD Kabupaten Barru.
Pihak PT SAE menjelaskan bahwa Barru masuk dalam rencana uji coba pengembangan SPBN bersama Sinjai dan Bulukumba. Namun, perusahaan masih menunggu data akurat dari Dinas Perikanan Barru sebagai dasar tindak lanjut.
PT SAE juga berharap pertemuan berikutnya dapat membahas penentuan lokasi pembangunan agar layanan BBM sesuai dengan kebutuhan nelayan.





