BARRU, Karebasulsel.com., – Langkah progresif Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., yang membuka “karpet merah” bagi investor dalam tayangan CNN Indonesia menuai apresiasi dari DPRD Kabupaten Barru. Namun, dukungan tersebut dibarengi dengan penegasan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera bergerak cepat menerjemahkan arah kebijakan tersebut ke dalam aksi nyata.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Barru, H. Herman Jaya, S.Pi., menilai pernyataan Bupati bukan sekadar pesan normatif, melainkan sinyal kuat untuk mempercepat laju investasi daerah.
“Pernyataan Ibu Bupati harus diikuti langkah konkret oleh seluruh stakeholder, khususnya OPD. Kepala dinas harus mampu menerjemahkan arah kebijakan itu agar investasi benar-benar bergerak dan berkembang,” tegas Herman Jaya, Jumat (25/4/2026).
Sebelumnya, Bupati Andi Ina tampil dalam program Decision Makers CNN Indonesia, Rabu (22/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan transformasi Barru dari sekadar daerah lintasan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Selatan, dengan mengandalkan potensi unggulan berbasis tiga dimensi: laut, daratan, dan pegunungan.
“Barru hari ini adalah daerah yang amazing.
Kami memiliki kekuatan yang lengkap untuk tumbuh dan berkembang,” ujar Bupati.
Ia juga menekankan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan perizinan serta kepastian berusaha bagi para investor.
“Kami permudah proses perizinan dan memastikan investor mendapatkan kenyamanan dalam berusaha di Barru,” tandasnya.
Menanggapi hal itu, Herman Jaya mengapresiasi visi dan keberanian Bupati dalam mendorong keterbukaan investasi.
Meski demikian, ia menegaskan pentingnya kerja kolektif yang responsif dan proaktif dari seluruh perangkat daerah.
“Semua elemen harus bergerak serempak untuk menjemput bola, bukan menunggu. Ketika investor datang, harus segera dikawal dan difasilitasi, terutama terkait kelengkapan dokumen pendukung,” ujarnya.
Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Barru untuk membentuk tim percepatan investasi guna memastikan proses berjalan efektif dan tidak berbelit. Menurutnya, kesiapan dokumen dasar menjadi faktor krusial dalam menarik minat investor.
Herman mencontohkan kawasan industri KIBAR yang dinilai perlu lebih siap secara administratif, termasuk penyediaan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
“Kalau dokumen seperti AMDAL sudah tersedia, investor bisa langsung fokus pada pembangunan tanpa terhambat urusan administrasi. Ini yang harus disiapkan sejak awal,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai kesiapan tersebut tidak hanya mempercepat realisasi investasi, tetapi juga meningkatkan daya saing daerah di tengah kompetisi antarwilayah dalam menarik modal.
Sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD, menurut Herman, menjadi kunci dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, responsif, dan berkelanjutan.
Dengan demikian, transformasi Barru sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru diharapkan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.





